Soft Cover Dewi Kawi
Arswendo Atmowiloto
Fiksi dan Sastra\Novel\Novel Asli
GM 40108027; ISBN 978-979-22-4064-1; 13.5 x 20 cm; 136 hal
Eling, pernah hidup dari sisa-sisa daun kol yang membusuk, juga pernah hidup bercinta dengan perempuan yang dinamai, atau menamakan diri, Kawi. Eling, yang namanya juga tak begitu dikenali secara lengkap oleh Kawi, pernah hidup kaya, terkenal, dan menjadi juragan.
Saat itulah Eling ingin membalas budi kepada Kawi, dengan sebutan terhormat menjadi Dewi Kawi, namun ia tak bisa menemukan jejaknya. Apakah Dewi Kawi sudah meninggal dunia, ataukah hidup dalam kemiskinan, atau juga beranak cucu seperti dirinya, atau gila, atau yang lain lagi?
Eling ragu : apakah perempuan itu pernah ada benar-benar dalam hidupnya? Apakah ia benar-benar mencintai? Apakah sebenarnya semua ini bukan khayalannya sendiri, rekontruksi pikirannya, kenyataan baru yang diciptakan-dan karena ia seorang yang sukses, kisahnya dianggap kebenaran. Sedemikian sering ia membayangkan, dan mempertanyakan, sedemikian banyak kisah terciptakan. Sehingga adegan bertemu sebelum berpisah dengan Kawi dalam gerimis pun, bisa menjadi berbagai versi. Dan Eling tak tahu pasti bagian mana yang benar-benar dialami-kalau benar mengalami.
Bagi Eling, kenyataan atau kebenaran ternyata bukan apa yang dialami, atau dialami bersama orang lain, melainkan juga bisa yang diciptakan kembali, dibentuk kembali, dan kemudian dipercaya bersama orang lain. Seperti iklan atas produk yang dihasilkan, yang berasal dari sisa daun kol atau sisa apa saja.
Arswendo Atmowiloto, menyelesaikan novel pendek ini hampir bersamaan dengan ketika menuliskan Horeluya, Blakanis, 3 Cinta 1 Pria, Kau Memanggilku Malaikat, sejumlah kolom tetap di koran, sejumlah skenario, bersama istri, anak-menantu, dan lima cucu. "Umur saya 60 tahun, tapi kalau memakai rekontruksi model Dewi Kawi, saya sebenarnya baru 15 tahun, kalau perhitungan dimulai saat keluar dari penjara."
-- * * * --
Tuesday, October 21, 2008
Soft Cover Dewi Kawi
0 komentar Label: Gramedia
Soft Cover Kasus-Kasus Pelacakan Daud Hakim dan Trista 2
Soft Cover Kasus-Kasus Pelacakan
Daud Hakim dan Trista 2
S. Mara Gd
Fiksi dan Sastra\Novel\Novel Asli
GM 40108026; ISBN 978-979-22-4018-4; 13.5 x 20 cm; 408 hal
MISTERI MATINYA SEORANG PELAJAR merupakan kasus pertama yang harus dilacak Daud Hakim dalam volume 2 ini. Setelah itu kasus SURAT YANG TERCOPET yang makan korban pencopetnya harus pula diselesaikan, sementara PEMBUNUH GELAP telah menantikannya di mulut gang rumahnya.
Penyelesaian kasus PEMBUNUHAN DI KAMAR 314 yang melibatkan penyanyi wanita di hotel itu ternyata tidak semudah yang disangkanya, sedangkan sebuah telapak tangan yang merupakan bagian dari MAYAT YANG TERPOTONG diserahkan kepada Daud Hakim di kantornya. Dalam JAMUAN YANG TERAKHIR Hari Lotar tersungkur mati dan saat meringkus si pembunuh, Daud Hakim sendiri terluka parah.
Setelah sembuh, Daud Hakim sudah segera ditugasi mencari pembunuh Beni Kamajaya, yang akhirnya terungkap berkat setetes NODA DI ATAS KESET. Kematian Okra Andana dalam MATINYA SEORANG MITRA membuat Daud Hakim harus memeras otaknya, begitu juga kasus PEMBUNUHAN GADIS-GADIS BERAMBUT PANJANG di SMA Triasih.
Kematian Gina Marsida merupakan kasus berikutnya, dan Daud harus menemukan jawaban untuk MISTERI JAMBANGAN YANG PECAH. Robert Damois dicurigai gay, dan Daud Hakim harus mengusut kasus MATINYA SEORANG GAY ini setelah Robert mati jatuh dari lantai tujuh bangunan kantornya.
Kasus terakhir dalam volume 2 ini adalah MATINYA SEORANG PERAGAWATI bernama Shamira tiga bulan yang lalu. Daud Hakim harus berlomba dengan waktu untuk menemukan pembunuhnya sebelum saudara korban juga menjadi korban.
Kontak Pengarang: smaragd84@yahoo.com
-- * * * --
0 komentar Label: Gramedia
Soft Cover Kasus-Kasus Pelacakan Daud Hakim dan Trista 1
Soft Cover Kasus-Kasus Pelacakan
Daud Hakim dan Trista 1
S. Mara Gd
Fiksi dan Sastra\Novel\Novel Asli
GM 40108025; ISBN 978-979-22-4017-7; 13.5 x 20 cm; 416 hal
Delapan belas kasus diselesaikan oleh Letnan Polisi Daud Hakim bersama pacarnya Trista dalam volume 1 ini, dimulai dengan kasus TIGA LEMBAR SURAT KALENG yang mengancam Yusuf Prayitno, lalu munculnya MAYAT TANPA HIDUNG di sebuah motel, dan EMPAT BUTIR MANGGA yang dicuri Indro, MATINYA SEORANG ISTRI MUDA bernama Rina Rohayati, dan BAYANGAN DI JALAN GELAP yang meneror Wiwin, hingga ditemukannya MAYAT DI JALAN TOL dan MATINYA SEEKOR KUPU-KUPU di Gang Dolly, serta MISTERI DI BALIK KENAIKAN HARGA yang mengakibatkan Pak Ruman terapung di pantai Kenjeran.
Berikutnya Daud Hakim harus membongkar PENCURIAN YANG ANEH di rumah Oli Warouw, juga LENYAPNYA FORMULA RXI yang mustahil, belum lagi MISTERI KUCING-KUCING MATI di perumahan Trista. Daud berhasil menemukan si pembunuh berkat TELEPON YANG BERDERING tanpa ada yang menjawab, dan mengungkapkan kasus MAYAT DALAM MOBIL yang ternyata adalah menantu mantan atasan Letkol Sukamto, komandannya sendiri.
Kasus SABUN-SABUN YANG HILANG di PT Indowangi membuat Daud Hakim harus menyamar, dan pentas MATINYA SANG KORUPTOR ternyata makan korban sang sutradara Teater Sontak. Kematian mantan pacar Trista menempatkan Daud Hakim di posisi yang mencurigakan dalam kasus MATINYA SEORANG RIVAL. Kasus ISTRI YANG HILANG dan HILANGNYA DIANA merupakan dua kasus terakhir dalam volume ini yang harus diselesaikan Daud Hakim.
Kontak Pengarang: smaragd84@yahoo.com
-- * * * --
0 komentar Label: Gramedia
Soft Cover Kiss Me While I Sleep
Soft Cover Kiss Me While I Sleep
Saat Kuterlelap
Linda Howard
Fiksi dan Sastra\Novel\Novel Terjemahan
GM 40208048; ISBN 978-979-22-4080-1; 11 x 18 cm; 488 hal
Liliane Mansfield adalah agen CIA yang terjun dalam dunia intelijen sejak usia delapan belas tahun. Terisolir dari dunia normal karena kondisi pekerjaan, Lily menemukan cinta pada sahabat-sahabat serta anak adopsinya. Namun suatu tragedi merenggut kebahagiaan itu, sahabat-sahabat Lily ditemukan tewas dibunuh Salvatore Nervi, penjahat kelas kakap yang punya banyak koneksi. Lily pun membalaskan dendamnya pada pria itu. Akibatnya ia dikejar dua pihak sekaligus, Rodrigo, anak sulung Salvatore, beserta anak buahnya, dan pihak CIA karena membelot dari tugas.
Lucas Swain pun dikirim CIA untuk menangkap Lily. Karena kasihan terhadap Lily, Lucas memutuskan untuk merahasiakan identitas dirinya dan terlebih dulu membantu Lily mencari tahu penyebab kematian sahabat-sahabatnya. Apa yang mereka temukan selanjutnya sungguh mengejutkan, karena tujuannya kini bukan lagi balas dendam pribadi tapi upaya menyelamatkan dunia!
-- * * * --
0 komentar Label: Gramedia